DAPUR AIR KARHUTLA BROMO
DAPUR AIR BAZNAS TEMANI RELAWAN DALAM PEMADAMAN KARHUTLA GUNUNG ARJUNA
20/10/2026 | gsPasuruan, 20 Oktober 2026 — Dapur Air yang didirikan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu penopang kebutuhan dasar relawan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna. Layanan tersebut menyediakan pasokan air bersih bagi para relawan yang bekerja di tengah medan pegunungan, cuaca panas, dan paparan asap selama proses pemadaman berlangsung.
Pada awal operasionalnya, Dapur Air dibuka di pos relawan yang berada di jalur pendakian Gunung Arjuna-Welirang. Namun, seiring bergesernya titik operasi pemadaman, layanan kemudian dipindahkan ke Posko Dua yang berada di kawasan Hutan Cempaka, Kecamatan Prigen. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air dapat menjangkau relawan dengan lebih cepat dan efektif.
Setiap hari, relawan keluar masuk posko setelah menempuh perjalanan panjang melewati jalur hutan. Di tengah kelelahan dan paparan asap, kebutuhan akan air bersih menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan operasi pemadaman. Dapur Air kemudian menjadi titik singgah bagi para relawan untuk memperoleh air minum maupun mengisi kembali persediaan air sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Pasuruan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Muhammad Nawawi, mengatakan bahwa pelayanan kemanusiaan tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga kepada para relawan yang mengorbankan tenaga dan waktunya demi menjaga keselamatan lingkungan.
"Relawan adalah garda terdepan dalam penanganan bencana. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu dan menghadapi risiko yang tidak ringan. Karena itu, sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan kebutuhan dasar mereka, termasuk air bersih, dapat terpenuhi. Semoga ikhtiar kecil ini mampu menjadi penyemangat bagi para relawan dalam menjalankan tugasnya," ujar KH. Muhammad Nawawi.
Koordinator Lapangan BTB Kabupaten Pasuruan, Aris Felani, menjelaskan bahwa pemindahan Dapur Air dilakukan setelah tim melakukan evaluasi terhadap perkembangan situasi di lapangan. Menurutnya, keberadaan layanan yang lebih dekat dengan pusat aktivitas pemadaman membuat distribusi air menjadi lebih cepat dan efisien.
"Kami menyesuaikan posisi Dapur Air dengan lokasi operasi relawan. Awalnya berada di pos jalur pendakian Gunung Arjuna-Welirang, kemudian kami pindahkan ke Posko Dua di kawasan Hutan Cempaka agar kebutuhan air para relawan bisa dipenuhi tanpa harus menempuh perjalanan yang lebih jauh. Dengan begitu, mereka dapat lebih fokus pada proses pemadaman," kata Aris Felani.
Melalui Dapur Air tersebut, BAZNAS Kabupaten Pasuruan berharap semangat gotong royong dalam penanganan bencana terus terjaga. Di tengah ancaman kebakaran hutan, dukungan sekecil apa pun memiliki arti besar bagi para relawan yang terus berjuang melindungi alam dan keselamatan masyarakat.